MALANG – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Malang pada [Isi Tanggal]. Kunjungan ini bertempat di Ndalem KH. Hamim Holili, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 Putukrejo, Gondanglegi, yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog penting untuk mendengarkan langsung kondisi sektor pangan, khususnya industri tebu rakyat di wilayah Malang Raya.
Dialog Strategis Kedaulatan Pangan dan Masa Depan Tebu Rakyat
Kunjungan kerja Wamenko Pangan kali ini membawa misi penting untuk menyelaraskan kebijakan pusat dengan realitas di tingkat daerah. Kehadiran Dr. Hanif Faisol di kediaman tokoh ulama kharismatik Kabupaten Malang ini disambut hangat oleh para pemangku kepentingan dan perwakilan petani.
Berikut adalah 4 poin utama yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut:
1. Suara Koperasi Tebu Rakyat Menggema
Aspirasi dari Koperasi Tebu Rakyat disampaikan dan diwakili langsung oleh KH. Hamim Holili. Sebagai figur ulama sekaligus pimpinan PCNU, beliau menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan koperasi untuk menjamin kesejahteraan para petani tebu di Kabupaten Malang agar mampu bersaing dan mandiri.
2. Kesiapan Teknis dan Birokrasi Pemkab Malang
Bupati Malang, Abah Sanusi, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut memaparkan kesiapan teknis serta dukungan birokrasi dari Pemerintah Kabupaten Malang. Pemkab Malang berkomitmen penuh untuk mengawal program-program ketahanan pangan nasional, termasuk mempermudah regulasi yang berpihak pada sektor pertanian lokal.
3. Jeritan Hati dan Harapan Petani Tebu
Suara riil dari akar rumput disuarakan oleh Pak Soemitro selaku perwakilan petani. Beliau menggaungkan jeritan hati dan harapan besar para petani tebu terkait stabilitas harga, ketersediaan pupuk, hingga akses permodalan yang selama ini menjadi tantangan berat di lapangan.
4. Komitmen Penuh Wamenko Pangan
Mendengar berbagai masukan tersebut, Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyambutnya dengan tangan terbuka. Wamenko Pangan menampung seluruh keluhan, data teknis, dan harapan yang disampaikan untuk dijadikan bahan evaluasi dan formulasi kebijakan pangan di tingkat nasional.
Catatan Redaksi: Sektor tebu rakyat di Kabupaten Malang merupakan salah satu pilar penting dalam swasembada gula nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh agama, dan petani diharapkan mampu mempercepat penyelesaian kendala di lapangan.

